suaranurani.membangun inspirasi

PERJALANAN
#######################

Perjalanan Jiwa

Menelusuri waktu

Menata Suratan Takdir

Kulangkahi sejuta kendala

Perjalanan Kelam

Menjaring hari depan

Ku kubur mimpi kelam

Semoga saja tak terulang

Aku harus menjadi lelaki

yang seutuhnya Lelaki

Tangis kubuang, dada kubusungkan

Duka dan derita kusembunyikan

Matahari Bangkitlah bersamaku

Rembulan Purnama bersamaku

Bintang-bintang berpijar bersamaku

Debur gemuruh ombak bersamaku

Aku lebur dengan langit

Aku lebur dengan bumi

Perjalanan diam……

Menembus relung hati

Menghimpun ketegaran

Melewati segala rintangan

Kerlap kerlip kunang-kunang

Memancarkan kebisuan

Aku berjalan hanya dengan mata hati

Bernafas dengan tekad

Aku mendaki penuh dengan teka-teki

Dimanakah matahariku ?

Aku terantuk sebatang dahan

Tanda tanya

Gundah hati

Kapankah akan terjawab

Disinilah didalam dada

Menetes temurun

Cintaku bara hidup

Di sinilah didalam jiwa

Mengalir hasratku

Mengikuti petunjuk-Mu

#####حسين#####

Desember 29th, 2011 at 09:42 and tagged  | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

MENJAUH DARI PARA PENDZALIM

Dalam sebuah hadits qudsi, Alloh SWT bersabda,” Wahai hambaku, aku haramkan kedzaliman atas diriku, aku haramkan kedzaliman buat dirimu dan janganlah kamu berbuat dzalim”

Nabi bersabda, “Orang yang berbuat dzalim, ia akan dibuat gelap di akhirat kelak”.

Semoga kita diberi kekuatan untuk menghindari kedzaliman dan diberi petunjuk.

Tapi masih ada orang yang tetap dibutakan hatinya
Tak sadar bahwa kelakuannya itu adalah kedzaliman
Kita sebut dia sebagai Pendzolim….

Pendzolim dapat secara terang-terangan melakukan kedzolimannya
Dapat dilihat oleh mata kepala orang yang didzaliminya

Pendzalim juga dapat secara sembunyi-sembunyi berbuat jahat
Tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan

Sadarlah wahai pendzolim….
Dengan tanganmu engkau berbuat
Dengan hatimu engkau dengki

Bila engkau lakukan kedzoliman secara terang-terangan
Ingatlah pengadilan di dunia pasti akan menemuimu cepat atau lambat
Apalagi pengadilan Tuhan yang Maha Adil , akan engkau hadapi
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu

Sekalipun engkau lakukan kedzoliman dengan cara sembunyi-sembunyi
Membuat orang ketakutan
Membuat orang kesusahan
Membuat orang tidak berdaya
Membuat orang bingung

Ingatlah ………
Kelakuanmu pasti diketahui oleh Tuhan yang tak pernah tidur
Cara halusmu dapat diketahui oleh Tuhan Yang Maha Lembut
Atau Tuhan memberi pengetahuan kepada orang yang terdzolimi
Dan Tuhan pun tidak akan diam.
Sungguh mudah hal demikian bagi Alloh

Jangan kau sia-siakan sisa hidupmu
Jangan kau sia-siakan Segala amal perbuatanmu
Jangan kau sia-siakan Segala ibadahmu
Jangan kau sia-siakan Segala ilmu yang kau terima dari Tuhanmu
Jika hanya untuk dinodai dengan kedzoliman

Sadarlah……..
Sebelum datang maut menjemputmu

Semoga pendzalim itu diberi hidayah / petunjuk oleh Alloh
Tidak terbias antara yang hak dan bhatil
Tidak terlena dengan perbuatan dzalimnya yang seakan-akan benar

Cari, kejar dan dipelajari Hidayah itu
Agar hati dan pikiranmu tidak gelap
Hingga dapat mengetahui hak dan bhatil yang sesungguhnya

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan” (Q.S.Furqon : 63)

“Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka” (Q.S.Al-An’am : 162)

Desember 29th, 2011 at 09:40 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Belajar merubah Mind set diri

(- belajar memperbaiki kekurangan

- belajar rendah hati

- belajar ikhlas/sabar

- belajar tidak sombong,

- belajar basajan

- belajar memnage hati,

- belajar memaksimalkan ikhtiar

- belajar menghargai diri sendiri / orang lain

- belajar tawakal atas usha,

- belajar mendidik diri dan anak untuk menjadi sholeh/hah

- dsb)

demi tugas dari Sang Kholik sebagai hamba / khalifah,

sepatutnya kita bersyukur pd Tuhan (”PENGUASA DIATAS SEMUA PENGUASA”)

yg masih memberi kita nafas hari ini untuk menjalani aktivitas,

“Maasyaa Alloh Laa Quwwata Illa Billah”,

semoga hari ini kita menemui kebaikan dan pelajaran yang berharga…

yang mengantarkan keselamatan dunia dan akhirat,

dan semoga kita dikumpulkan kembali beserta orang-orang yang berbuat baik…

(** semoga menjadi motivasi dan meneguhkan keyakinan pada ilahi dengan tetap belajar, belajar dan belajar dalam kehidupan sampai datang masa tamatnya proses belajar / ajal *)

Desember 29th, 2011 at 09:37 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Pemandangan nyata yang kadang kita temui di pinggiran Kota,

jauh dari keramaian, jauh dari kebisingan,

jauh dari hiruk pikuk suara-suara geliat kehidupan

Tampak sebuah keluarga kecil bahagia yang berada di pojok kota,

sebuah gubuk kecil yang penuh kebahagiaan dan kebarokahan, penuh keceriaan.

Dibilang kaya, keluarga itu  dikatakan tidak…..!

Dibilang kekurangan, keluarga itu, juga tidak…!

bahkan mungkin bisa dibilang kekurangan

bangkit juga rasa penasaran

tanya punya tanya……..

apa sih rahasianya……

setelah diselidiki ternyata….

jawaban dan kuncinya adalah :

Kesetiaan yang mendasari kehidupan  keluarga itu…

saling menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing

kelebihan istri nya adalah kekurangan suaminya

kekurangan istrinya  adalah kelebihan suaminya

damai dengan ajaran islam sebagai pondasi….

bersabar dalam kekurangan

bersahaja dalam kelebihan

berusaha menolong walaupun dalam keadaan kurang

saling memotivasi diri

menyadari sepenuhnya siapa kepala keluarga sesungguhnya….

bersama-sama bercita meraih bahagia….

bahagia di dunia dan akhirat.

di keluarganya …..

ada pulan kecil hasil merangkai indahnya kata cinta

ada pulan kecil perekat keutuhan bahtera hidup

ada pulan kecil sebagai jelmaan kasih sayang mereka

aada pulan kecil pereda amarah yang kadang memuncak

ada pulan kecil pemegang tali estafet kehidupan dikala mereka telah tua dan tiada

ada pulan kecil  sholeh-sholehah yang menjadi dambaan amal yang tak lekang oleh waktu

ada pulan kecil penuh keceriaan….tiada  kesusahan

keriangannya menegur kebisuan di kala ada kesalahpahaman

semua rajin dan bersinergi

pulan-pulan kecil  mereka……..

tiada disia-siakan oleh mereka

sebagai amanah Tuhan  terhadap mereka

terbersit dalam hati

bisakah aku berlaku demikian?

Oh tuhan……..

beri kekuatan dan ketabahan terhadap kami

tuk mendidik dan membinbing pulan-pulan kecil kami

seperti keluarga mereka

menjadi keluarga yang mawaddah warohmah

Beri Kami amanah pulan kecil sebagai anak yang baik

agar menjadikan………….

pulan kecil  yang ketika besar menjadi  orang yang bertaqwa

pulan kecil  yang ketika besar menjadi  orang yang sukses dunia akhirat

pulan kecil  yang ketika besar menjadi  orang yang yang sholeh/sholehah

pulan kecil  yang ketika besar menjadi  orang yang menjadi kebanggaan orangtuanya

pulan kecil  yang ketika besar menjadi  orang yang dapat bermanfaat bagi bangsa, negara dan agama

aaamiiin……….

Desember 5th, 2011 at 14:46 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Persaudaraan yang selama ini terjalin dengan baik dalam naungan Bhineka Tunggal Ika tercoreng dengan adanya kerusuhan di cengkareng beberapa hari lalu, tepatnya 30 Mei 2010.

Sedemikian parahkah nilai-nilai persaudaraan yang selama ini di gembor-gemborkan oleh para prejabat dan para tokoh nasional dan pimpinan Publik negeri ini?

Atau ada orang atau kelompok tertentu yang sengaja ingin memecahkan persaudaraan dalam bangsa ini yang dibangun oleh para pahlawan terdahulu.

Sungguh Ngeri… akibat dari kejadian di Cengkareng tersebut, pembakaran bangunan, mobil dan pasilitas yang ada di seputaran Cengkareng menjadi Luluh lantak, akibat tidak terkendali amarah dan kebencian, …….

Terus Gimana kita selanjutnya menyikapi hal itu…..

Juni 1st, 2010 at 07:52 | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

mikiiiir

Manusia diciptakan oleh Dzat Maha Tahu dalam bentuk yang sebaik-baikny, dan diberi tugas sebagai khalifah didunia ini. Kita patut bersyukur dan berbesar hati atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan yang Maha tahu atas kelebihan dan kekurangan kita…….

Sudah sejauh manakah rasa syukur kita ke-hadirat-Nya

bersyukur dengan harta yg dititipkan

bersyukur dengan amanat yg dipikulkan

bersyukur dengan ilmu yang telah dikaruniakan

bersyukur dengan tingkah laku dan perbuatan

bersyukur dengan persangkaan baik

bersyukur dengan cara meniadakan su’udzon

bersyukur dengan cara berkata baik

bersyukur dengan bersopan santun

bersyukur dengan cara membersihkan hati

dan masih banynynynyak lagi…cara-cara bersyukur

disesuaikan dengan kadar pengetahuan yang terekam oleh otak dan hati atas perimbangan ilmu.

Salah Satu Kutipan yang menarik  dari Emha Ainun Najib yang semoga dapat memberikan kesadaran kepada kita agar tak lepas dari rasa bersyukur dan sikap penghambaan kita kepada sang Kholik yakni ;

——-Kalau di dalam kepalamu terdapat akal
Kalau engkau mempekerjakan pikiran sehingga engkau mengerti
bahwa engkau tidak sanggup menciptakan dirimu sendiri
bahwa engkau tidak sanggup menghidupkan jantungmu sendiri
tidak sanggup menggenggam dan menjaga nyawamu sendiri
tidak sanggup menumbuhkan barang sehelai rambutmu sendiri
tidak sanggup meramu barang setetes dari darahmu sendiri
tidak sanggup menguasai nasibmu sendiri
tidak sanggup mengetahui kapan engkau mati
Sebelum tiba sesuatu yang melumpuhkan kakimu
Sebelum tiba kejadian yang mengagetkan otakmu
Sebelum tiba peristiwa yang membuntu arah langkahmu
Sebelum tiba waqi’ah yang menggelapkan hidupmu
bersegeralah mengucapkan pengakuan –——-

Otak dan hati merupakan dua organ terpenting diantara organ tubuh yang lainnya…

Otak sebagai ruang yang mengacu pada logika

Hati sebagai ruang yang mengacu kepada non logika

ada benar menurut Otak, namun mendekati salah menurut hati

ada benar menurut hati, timbul keraguan yang dikelaurkan oleh otak

perjuangan menyatukan irama hati dan otak menghasilkan kata dan tingkah

apa itu yang baik………..yang benar……….. ataupun yang salah

tapi awas yang kebagian akibatnya adalah badan secara keseluruhan loh….

Nah……menjaga keseimbangan antara otak dan hati….HARRRUS itu

karena tubuh secara keseluruhanlah yang pada akhirnya yang menjadi sasaran…………..hehehehe

dan tak lupa….menggunakan Otak dan Hati sebagai media untuk beribadah kepada yang memberinya…….

yakni Tuhan yang “Ma Laisa Kamitslihi Syaiun Fil ardi walaa fissamaawaati wal ardi Wahuwassamiii’ul ‘aliim”

Maret 8th, 2010 at 20:43 | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

pilihan-hati2

Seseorang dikarunia oleh tuhan yang namanya hati,

tanpa kesadaran akan pemberian tuhan tersebut banyak yang tergelincir

dan terperosok dalam kehinaan dan resiko lain yang sangat merugikan

baik bagi diri pribadi maupun orang di sekeliling kita…..

bergembiralah orang-orang yang membersihkan hatinya

dengan kalimat kalimat yang bersifat dzikrullah,

mengisi setiap helaan nafas dengan kalimat kalimat thoyibah

sehingga perjalanan dalam kehidupan akan terasa bermakna

dan seolah-olah tanpa beban,

dikarenakan punya keyakinan kepada tuhan

yang mengurus semua alam termasuk alam kehidupan di dunia

Tanpa pembelajaran pengelolaan hati  kita,

sering sesuatu yang dianggap kecil

tanpa kita sadari ternyata memberikan kontribusi yang besar

baik terhadap ucapan, tingkah dan perbuatan

bahkan memberikan sesuatu yang luar biasa sebagai jalan menuju cita-cita kita,

dan yang tak kalah pentingnya dalam tugas dan aktivitas kita sehari-hari

Mari kita bersyukur kepada tuhan yang maha tahu,

termasuk tahu terhadap relung hati kita yang paling dalam,  dan sudah selayaknya kita memberdayakan demi tujuan ibadah kepada-Nya

selamat belajar mencari kehebatan hati/kalbu yang diberikan Tuhan

semoga kita mendapatkan rahmat dan karunia tuhan……..

Februari 18th, 2010 at 08:48 | Comments Off | Permalink

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!

Februari 18th, 2010 at 08:24 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink